Unknown
pernah ngerasa bahagia hanya dengan melihat senyuman seseorang? kalau seseorang itu merupakan orang yang berarti dalam hidup kita, mungkin jawabannya pernah.

tapi pernah nggak ngerasa bahagia hanya karena melihat seyuman seseorang yang bahkan orang tersebut merupakan orang yang tidak begitudekat dalam hidup kita. well, gue ngalamin itu hari ini. sebenarnya orang itu bukan orang asing juga sih, tapi gue dengan pria ini memang jarang ketemu walaupun kita itu tetanggaan. 

sejak empat tahun yang lalu, waktu gue pertama kali pindah rumah ke kota ini, pria itu orang pertama yang ngajak gue kenalan di daerah yang waktu itu asing bagi gue, pria dengan senyuman yang bikin gue bisa ikut tertular senyum dan malah senyum - senyum sendiri walau dia sudah berlalu dari hadapan gue. sesosok pria yang mempunyai senyum yang sangat manis menurut gue. dia, pria yang selalu datang kerumah gue setiap bulan ramadhan akan datang menghampiri, pria yang selalu datang kerumah gue waktu lebaran, tepat sepulang sholat ied. pria yang berhasil membuat gue penasaran. iya, penasaran dan entah kenapa sejak dulu gue sangat tertarik sama sesuatu ataupun seseorang yang bikin gue penasaran. 

sejak perkenalan empat tahun lalu, pria ini memang berhasil membuat gue penasaran sama dia, tapi mungkin karena kita jarang ketemu, gue sibuk dengan kegiatan gue, dia juga sibuk dengan kerjaannya, rasa penasaran itu sedikit banyak sudah mulai terkikis. palingan gue keinget dia lagi waktu ibu gue bilang kalau mama pria itu nanyain gue, iya, mamanya memang sering kerumah gue, ngomong sama gue dan sering nanya - nanya soal gue ke ibu. setiap ngomong sama mamanya, dia selalu jadi topik utama, kerjaannya lah, masalah sakitnya lah, bahkan sampai masalah pacar dia yang tidak disukai mamanya. yah, sedikit banyak gue udah tau tentang dia melalui mamanya. 

tapi sejak dua tahun lalu, gue memang tidak peduli lagi soal dia, mungkin rasa penasaran gue terhadap dia mulai menghilang sejak gue bertemu dengan orang yang lebih membuat gue penasaran, hahahaha... tapi orang itu memang berhasil menjungkir balikan hidup gue serta membuat gue melupakan pria tetangga bersenyum manis itu.

Allah memang selalu punya rencana indah untuk setiap umatNya, setelah gue dengan orang yang jadi pengalih perhatian itu tidak jelas ujungnya kemana, setelah gue galau juga, gue bertemu lagi dengan pria tetangga gue tersebut. setelah pulang dengan perasaan yang tidak enak dari rumah sakit, gue kaget ketika sampai dirumah, pria itu sudah duduk dengan manis diteras rumah gue, awalnya sih gue cuek, pura - pura nggak ngeliat aja, tapi pria itu tiba - tiba ngajak gue ngomong sambil memperlihatkan senyum manisnya. akhirnya kita malah ngomong panjang lebar seperti dua orang sahabat yang sudah lama tidak bertemu.

kejadian sore ini benar - benar bikin gue berfikir kalau all everything happens because of a reason. sama seperti pertama kalinya gue komunikasi dengan orang itu, itu semua karena gue tiga hari berturut - turut mimpiin tu orang, pahadal kita udah lama nggak ketemu, terakhir ketemu aja waktu sd, dan akhirnya itu pula yang membuat gue dengan orang itu dekat. mungkin kejadian sore ini juga merupakan sebuah alasan untuk sebuah cerita antara gue dengan pria tetangga gue ini, sebuah cerita yang pernah terputus, mungkin kejadian tadi bakalan jadi sebuah cerita persahabatan lagi...
0 Responses

Posting Komentar