Finally gue sampai di titik ini. Setelah bergelut dengan waktu, fikiran dan hati, gue sampai pada satu kepastian. Gue menyerah, gue menyerah untuk jalani hal ini, gue menyerah untuk bertahan dengan hal ini. Apa gue menyesal setelah dua tahun bertahan? Gue sedikitpun tidak menyesal. Malah gue sangat berterima kasih, karenna dia gue bisa sampai di titik ini. Gue jadi orang yang lebih baik dan lebih bijak memandang hidup. Gue akhirnya sadar, yang tersisa hanya sebuah bentuk penasaran dari pertanyaan yang tidak terjawab selama dua tahun ini. Akhirnya gue lebih memilih menyerah, lebih memilih untuk berhenti di titik ini dan memulai sebuah paragraf baru dalam hidup gue.
Gue sadar, sudah berapa hati yang gue acuhkan hanya karena memilih bertahan dengan rasa penasaran gue. Gue tau kita punya rasa yang sama, tapi gue juga tau dengan sangat kalau kita tidak akan pernah bisa sama - sama. Gue terlalu memaksakan sebuah hal yang harusnya tidak di paksakan.
Mungkin ini memang sudah sampai pada ujung dari rasa penasaran gue, gue rasa waktu dua tahun sudah cukup untuk bertahan, gue harap kedepannya jadi lebih baik bagi gue dan dia. Gue minta maaf karena sudah bisa lagi bertahan dengan keadaan kita sekarang, maaf kalau gue memilih untuk melangkah maju sendirian, karena kita tidak akan bisa melangkah bersama pada akhirnya.
Maaf untuk keegoisan selama dua tahun ini.
I never know, why we must come to this point again. I already leave you behind, leave my heart to you. I already make my new life without u on it. I already prepared my heart to lost you.
I never know how can i fall to deep to you. It was always you who make me laugh, you always have way to make me miss you again and again.
Gue kembali lagi ke titik yang sudah berhasil gue lewati. Kembali ke titik yang membuat gue mau tidak mau harus berfikir kembali tentang hal yang tidak ingin gue fikirkan. Gue capek harus kembali ke titik ini lagi. Tapi gue pun masih belum bisa membuka hati, masih belum siap dan belum mau untuk membuka hati.
Gue memilih bertahan seperti ini, karena gue sudah cukup bahagia dengan keadaan sekarang, gue udah terlalu nyaman dengan keadaan ini dan gue pun tidak mau keluar dari zona nyaman ini.
But once again, orang - orang tersayang gue yang prihatin ngeliat gue, gue di bilang berhak bahagia lebih dari sekarang. Tapi apa mereka tau, gue bahagia dengan keadaan sekarang.
Apa salahnya menikmati sebuah hubungan yang tidak tau mau dilabeli apa. Apa salahnya menikmati hubungan yang tidak tau bakalan berakhir seperti apa. Apa gue salah memutuskan menutup hati untuk orang lain?
Gue bertahan seperti ini bukan tanpa sebab, gue bertahan karena sampai saat ini baru dia yang bisa membuat gue sampai di titik hidup gue sekarang, baru dia yang tanpa dia sadari bisa membuat gue jadi pribadi yang lebih baik.
Gue sadar hubungan gue dengannya bakalan jalan di tempat, tapi gue bahagia. Bagi gue dengan adanya dia disamping gue sekarang, udah lebih dari cukup. Terserah ke depannya dia bakalan punya seseorang yang bakalan dampingi dia seumur hidup, gue ga peduli. Terserah ke depannya dia bakalan pergi dari hidup gue, selama dia bahagia gue ga masalah.
Dari awal, gue hanya ingin dia disamping gue, kenapa? Karena hanya dia yang bisa bikin gue bahagia hanya karena hal - hal kecil. Hanya dia yang bikin gue waktu liat apapun jadi langsung keinget dia. Kita memang sangat berbeda tapi itu yang bikin gue betah. Gue pun ga nuntut punya status apapun itu. Dengan keadaan sekarang gue sudah bahagia, gue ga mau status yang jelas merusak hubungan yang sudah terlalu nyaman untuk gue jalani sekarang.
