Unknown
sahabat itu tempat dimana kita bisa jadi diri sendiri, menikmati setiap waktu yang berjalan bersama tanpa terfikir untuk ngepost ke social media, seperti yang udah jadi kebiasaan akhir - akhir ini. akhirnya gue ketemu dengan mereka lagi, orang - orang yang berhasil melewati dinding yang selalu gue bangun buat lingkungan. orang - orang yang berhasil menarik gue keluar, menerima semua kelebihan dan kekurangan gue, orang - orang yang tau dimana harus berhenti dan memulai kembali dengan gue. orang - orang yang selalu melihat diri gue sesungguhnya, bukan diri gue yang selalu gue hiasi dengan topeng.
gue memang tipikal introvert, mungkin saat ini gue selalu ada kapanpun tapi akan ada saatnya dimana gue mutusin buat menghilang sendiri dulu. bagi sebagian orang yang baru deket dengan gue, mereka mungkin akan memutuskan pergi dari hidup gue, kalau alter ego gue mulai kambuh, tapi gue bersyukur karena dari sedikit orang yang bisa mengerti gue, tuhan mengirim mereka buat gue. orang - orang yang selalu disana melihat gue dari kejauhan ketika gue memutuskan menjauh, selalu merangkul gue lagi ketika akhirnya gue datang lagi ke mereka, orang - orang yang gue tau tidak akan pernah bosan mendengarkan gue cerita, tanpa harus memaksa gue buat cerita. orang - orang yang hanya dalam diam saja, sudah membuat gue nyaman.
gue memang seseorang yang complicated, kalau mereka biasa bilang kalau gue punya dua orang yang hidup di tubuh gue. jalan fikiran gue memang berbeda dari yang kebanyakan. gue bisa saja baik sekarang tapi lima menit lagi mungkin jadi orang yang menyebalkan.gue mungkin memang bisa tertawa bersama, tapi lebih suka menikmati kesedihan sendiri.bukannya gue egois atau gimana, tpi menurut gue semua pertanyaan yang datang hanya karena penasaran, jadi lebih baik disimpen sendiri kan?
kembali lagi bertemu orang - orang ini, gue jadi merasa akhirnya diri gue kembali lagi. bukannya gue tidak menikmati bersama orang yang ada dihidup gue lainnya, tapi bersama orang - orang inilah gue merasa nyaman walau hanya sekedar mendengarkan, walau hanya diam, bicara, teriak ataupun berjalan bersama. yah mungkin sama dengan yang gue rasain kalau bersama dia. dia yang gue tidak pernah tau kapan bisa gue ajak buat melihat bintang, menertawakan hal yang simple ataupun cuma diam sambil menikmati sekitar.
Unknown
dear kamu,,
kamu apa kabar disana? masih disibukkan dengan rutinitas monoton? masih dituntut untuk mengikuti semua yang sedang mainstream sekarang? masih suka hanya memperlihatkan sisi baikmu dan mengubur sakitmu sendiri? yah terlepas dari apapun itu semoga kamu baik - baik saja disana. aku tidak mau mengingatkanmu makan atau mengingatkanmu untuk hal apapun, karena aku tau bagimu hal - hal yang ada didalam kehidupan seseorang, pasti tidak akan dilupakan oleh orang tersebut, jadi kalaupun aku bilang jangan lupa makan, pasti kamu akan menjawab " lupa ", dan setelah itu diikuti dengan sebuah kalimat " ga mungkin lah lupa makan ". aku hanya tersenyum mendengar jawabanmu itu.
hari ini entah kenapa aku tiba - tiba kangen kamu, setelah disibukkan selama beberapa minggu ini. mungkin karena setelah beberapa lama, kamu hadir di mimpiku lagi. mimpi yang hampir sama saat pertama kali aku mimpiin kamu beberapa tahun yang lalu. bedanya kali ini kamu meminta aku menunggumu bukan hanya melihatku dari kejauhan. aku tertawa sendiri memikirkan mimpiku itu, apa sebegitu rindunya alam bawah sadarku padamu?
yah setidaknya, aku sudah tau arti kamu bagiku sekarang. aku sudah tau tempat kamu dihatiku itu apa. bagiku kamu itu sosok yang bisa membuatku jadi lebih baik, membuatku jadi lebih peka dan tidak cuek lagi ke sekitarku, kamu itu sosok yang selalu kucari kapanpun dan dimanapun, sosok yang selalu jadi penyemangatku dengan cara yang tidak biasa. kamu itu sosok yang selalu berhasil membuatku nyaman dimanapun, dikeramaian ataupun dalam keheningan. tapi entah mengapa aku lebih nyaman seperti sekarang, berada didalam keheningan jarak antara kita. hanya menitipkan rinduku lewat tulisan ataupun doa kepada tuhanku. aku yakin, pada suatu saat dimana semuanya sudah berada pada tempat yang tepat kita akan bisa bertemu lagi dengan takdir yang sudah ditetapkan tuhan untuk kita berdua.
i'll let you go to find your happiness, but u must know that i 'll waiting for you. finally, i know that i love you now...
Unknown
dear kamu...
bagaimana kabar kamu hari ini? gimana kamu disana, ada perubahan? apa masih tetap monoton dan membosankan?
aku disini sedang mengulang percakapan kita dahulu, percakapan yang akhirnya membuatku mulai membiasakan diri dengan kegelapan. aku sedang menasehati sepupuku yang tidak mau tidur dalam gelap sejak paman meninggal. pada awalnya, aku juga sama dengan sepupuku, takut akan gelap. tapi aku selalu ingat nasehatmu waktu itu, sebuah pernyataan yang simple tapi sudah berhasil membuatku untuk berubah.
kamu ingat, waktu itu aku cerita tentang ketakutanku akan gelap, kamu bertanya kenapa aku takut, aku malah menjawab takut sama hantu. kalau difikir - fikir aku waktu itu memang sangat kekanakan sekali. tapi kamu hanya tertawa dan bilang kalau lebih baik gelap karena dalam gelap aku tidak akan bisa melihat apa - apa, sementara kalau terang, semuanya bisa kulihat termasuk yang tidak ingin kulihat. kata - kata simple mu itulah yang membuatku sekarang bersahabat dengan gelap. kata - kata mu itulah yang sekarang aku gunakan untuk menasehati sepupuku, semoga saja dia juga sepertiku, bersahabat dengan gelap.
sepertinya aku masih belum bisa beranjak dari kamu, bahkan hal sekecil itu masih belum bisa aku lupakan. aku sepertinya masih belum bisa beranjak dari titik yang sudah kita lewati, masih belum bisa sekedar untuk mengenyahkan semua.
hari ini aku kangen berbicara denganmu, sekedar mendengar semua ceritamu yang tak pernah kutanyakan, atau sekedar membicarakan hal yang sama - sama kita sukai, atau bahkan sekedar menikmati saat aku selalu jadi yang salah bagimu...
Unknown
dear kamu..
sedang apa kamu disana? sudah mulai betah ditempatmu itu? sudah mulai menikmati hidupmu lagi?
aku disini baru saja melalui salah satu hari terberat dalam hidupku. pamanku meninggal kemaren, setelah lebih dari satu bulan ini berjuang menghadapi penyakitnya. hatiku hancur. aku berusaha ikhlas untuk melepas kepergian beliau, tapi hatiku masih belum bisa ikhlas. walaupun hanya seorang paman, tapi beliau sudah seperti ayah bagiku, sesosok ayah yang selalu jadi tempat curhatku mengenai masalah hati. walaupun sebenarnya aku biasa curhat dengan ayah dan ibuku, tapi untuk masalah yang satu itu, aku biasa curhat pada pamanku ini. karena ayahku sangat overprotective kalau sudah menyangkut masalah hati.
aku belum siap kehilangan beliau, belum sanggup ditinggalkan beliau, walau aku yakin beliau sudah tenang disana. kemarin aku sangat ingin menceritakan ini padamu, tapi entah kenapa aku memilih merasakan sakit ini sendiri. kamu tau, kamu dengan pamanku ini memiliki kesamaan, sama- sama jadi orang yang bisa membuatku nyaman walau dalam diam. bersama pamanku atau denganmu lah aku tidak pernah merasakan kecanggungan dalam diam.
hatiku masih sangat hancur sekarang, rasa sakit yang kurasakan sekarang sama sakitnya dengan rasa sakit sepuluh tahun lalu. aku merasa de javu sekarang tapi de javu yang sedikit berbeda, kalau sepuluh tahun yang lalu aku ditinggalkan oleh dua orang yang kusayang sekaligus , sekarang aku hanya ditinggalkan oleh seorang saja. akan tetapi kalau kamu ikut meninggalkanku sekarang, rasa sakit dan de javunya akan sama persis.
aku sudah tidak begitu merindukanmu hari ini...
Unknown
dear kamu,,
apa kabar hatimu yang sedingin es itu? apakah sudah mulai agak mencair atau masih membatu? masih keras kepala mempertahankan gengsimu?
entah mengapa aku mulai ketagihan menulis surat padamu, walau kamu tidak akan pernah bisa membacanya. menulis surat padamu seperti ini seperti band-aid bagiku, hanya bisa menutupi luka tanpa pernah bisa menyembuhkannya.
hari ini aku berhalusinasi, aku seperti melihatmu hari ini. sesosok pria dengan senyum yang tidak akan bisa kulupakan. jantung berdetak sangat cepat waktu melihat sesosok pria yang seperti kamu itu. walau aku tahu pasti kalau itu tidak mungkin kamu, tapi entah mengapa aku masih sedikit berharap kalau itu kamu, masih berharap kamu akan datang melihatku walau hanya dari kejauhan.
beberapa hari ini rindu padamu memang sudah sangat besar dan menyiksaku, walau aku tahu kita tidak akan bisa bertemu lagi, aku masih tetap tidak bisa menekan rinduku agar tidak terus membesar. aku tidak mengerti mengapa semuanya berhenti di kamu. perasaanku, rasa kagumku, rasa penasaranku, rasa tertarikku bahkan hatiku sudah berhenti di kamu.
kamu, dengan semua kesempurnaan yang tampak oleh orang kebanyakan. kamu, dengan kekurangan yang hanya kamu perlihatkan padaku saja. kamu, dengan semua pemikiran yang berbeda dengan pemikiran orang secara umum,. kamu, dengan kesukarelaan untuk memahami pemikiranku yang berubah - ubah.
aku tidak tau kapan akan berhenti menulis untukmu, berhenti untuk menulis tentangmu. karena dengan ini lah aku merasa kamu masih ada untukku. aku minta maaf karena terlambat menyadari semuanya, terlambat untuk mempertahankan dan membuatnya jadi lebih baik.
aku rindu berada dalam diam denganmu...
Unknown
dear kamu,,,
apa kabar kamu disana? sudah menemukan kebahagiaan mu?
aku disini sedang mencari jawaban tentang pertanyaan yang setiap orang tanyakan kepadaku setelah mendengar kisah kita berdua. pertanyaan yang aku sendiri mungkin tidak akan pernah tau apa jawaban pastinya. aku masih tidak mengerti tentang kita. usahaku mencari jawaban artimu bagiku pun belum bisa kudapatkan. aku sebenarnya sudah capek mendengar pertanyaan orang - orang kepadaku.
apakah salah kalau aku masih seperti ini? masih bertahan dengan keyakinanku? masih menikmati keadaan yang abu - abu seperti ini? aku bukannya menyiksa diri sendiri seperti yang mereka tuduhkan padaku. aku hanya bertahan sampai di titik yang aku inginkan, sampai sekarang aku masih bertahan. aku pun tidak tau kenapa aku begini.
kamu mungkin tertawa atau bahkan tidak peduli kalau tau keadaan aku begini. mungkin kamu cuma akan bilang kata - kata dalam lirik lagu yang pernah kamu kirimkan padaku. kamu tau, aku sekarang cuma ingin melihatmu lagi, sekedar bercerita denganmu tentang hal - hal yang sudah aku lalui, sekedar hanya melihat senyummu atau hanya sekedar membunuh waktu denganmu dalam diam.
kamu mungkin berfikir aku sudah tidak memikirkanmu, sudah tidak peduli padamu. tapi kamu salah. aku hanya beistirahat darimu sebentar, seperti yang aku bilang aku sedang mencari artimu bagiku. ketika aku sudah yakin, aku akan mengungkapkan dan menjelaskan semua padamu. sampai waktu itu tiba, aku berharap kamu masih menunggu dan bersabar padaku..
hari ini pun, aku rindu kamu.
Unknown
i felt in love when i heard this song in the second times but i love this remix song when i first hear this song