Unknown

Saya bukan tipikal orang yang percaya dengan yang namanya " kebetulan ". Akan tetapi setelah beberapa kali mengalami hal yang menurut saya too impossible to become real, but its happened btw, akhirnya mau tidak mau saya mulai memikirkannya. Contohnya saja, waktu smp, saya pernah bilang kalau kuliah nanti akan kuliah di jurusan sastra inggris, hanya karena menyukai pelajaran bahasa inggris, beranjak sma keinginan saya untuk kuliah di sastra inggris nyaris sudah tidak ada, karena saat itu yang ada di fikiran saya, saya harus kuliah di jurusan fisika, akan tetapi tuhan sudah menyiapkan hal yang baik buat saya, akhirnya saya malah kuliah di jurusan sastra inggris seperti keinginan saya saat smp.

Kenapa sekarang saya memikirkan tentang kebetulan lagi? Karena kejadian yang saya alami sekarang membuat saya berfikir tentang hal yang pernah saya ucapkan bertahun - tahun lalu. Waktu itu saya masih smp, zaman mtv masih tayang di salah satu stasiun tv swasta nasional. Saat itu saya sangat suka dengan savage garden, ( but coldplay already become my all time favorite band back then ) tapi saya cuma suka dua buah lagu mereka yang judulnya " truely, deeply, madly " and. " i knew i loved you". Lagu terakhir ini lah yang membuat saya merasakan kebetulan itu ada. Kenapa saya bilang begitu? Karena saya sepertinya sangat tersihir dengan lagu tersebut. Bagaimana mungkin bisa jatuh cinta dengan orang yang belum pernah kita lihat atau bertemu sebelumnya, sampai saat kuliah pun lagu itu selalu ada dalam playlist saya, bahkan saya pernah bercerita tentang lagu ini ke teman se kostan saya, dan pernah dengan tidak sengaja bilang kalau seandainya kisah cinta saya seperti lagu tersebut, mungkin hidup saya akan lebih menarik. Itu pembicaraan sekitar empat tahun yang lalu.

And finally god set it for me again,, I'm fall in love with someone i never meet before. Terdengar klise memang, saya pun awalnya tidak percaya tapi memang itu lah yang saya rasakan sekarang, jatuh cinta dengan seseorang yang beribu - ribu kilometer yang hanya bisa saya lihat lewat Skype. Seseorang yang membuat saya membuka hati saya lagi, seseorang yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya akan membuat saya tersenyum bahkan tertawa hanya karena membaca pesan di whatsapp. Seseorang yang membuat saya selalu menanti jam empat pagi hanya untuk sekedar melihat dan mendapat ucapan selamat tidur dengan logat Dutch yang unik. Atau menanti jam dua belas siang hanya untuk mendapatkan ucapan selamat pagi.

Ahh, cinta ternyata memang hanya sesederhana itu,

Label: 0 komentar | edit post
Unknown

Pernah jatuh cinta sama seseorang yang hanya bisa diliat lewat Skype doang, yang cuma ngomong lewat viber, dan chatting via whatsapp?  Well, saya baru merasakannya sekarang. Klise memang, bahkan saya sendiri pun tidak percaya bisa jatuh cinta lagi. Setelah bertahan dengan rasa penasaran saya terhadap seseorang selama bertahun - tahun, bahkan pernah tidak mau membuka hati untuk siapapun, akhirnya saya malah kemakan omongan sendiri.

Berawal dari sebuah email di tengah malam, akhirnya berlanjut di percakapan via whatsapp, saya sudah seperti remaja yang jatuh cinta untuk pertama kalinya. Perbedaan waktu yang sampai 6 jam tidak membuat saya dan dia menjadi susah untuk komunikasi, kita sudah sama - sama mengerti bagaimana mensiasatinya. Sayangnya, waktu saya baru bangun tidur, dia baru mau akan tidur.

Jatuh cinta sepertinya memang tidak mengenal tempat dan waktu, saya yang biasanya hidup teratur dengan selalu tidur jam 9 malam, sekarang baru tidur jam 12 atau 1 pagi, bahkan kadang bangun lagi jam 4 pagi hanya karena dia sudah akan tidur disana. Walau mostly we speak in English, but when he said " je t'aimee ma chèrie ", entah kenapa saya langsung tau artinya tanpa harus membuka kamus bahasa perancis terlebih dahulu.

And i think my spring already come ~

Label: 0 komentar | edit post
Unknown
I’m fine..

Sebuah jawaban yang selalu saya berikan setiap sahabat saya bertanya bagaimana keadaan saya. Bukan hanya sekedar jawaban basa basi, ataupun sekedarnya. Tetapi memang begitulah yang saya rasakan. Setelah bertahun – tahun berada didalam zona nyaman dan tidak pernah mencoba sedikitpun untuk keluar, akhirnya tiba waktunya saya keluar dari zona itu. Saya sadar, hidup saya tidak akan berjalan maju apabila bertahan dengan keadaan yang sudah membuat saya nyaman beberapa tahun terakhir.

Saya benar- benar sudah merasa tenang sekarang, semua rasa penasaran yang membutuhkan jawaban pun sudah tidak tersisa. Saya mulai introspeksi lagi, jadi selama bertahun-tahun memutuskan bertahan hanya karena rasa penasaran? Saya hanya bisa menertawakan diri sendiri. Kehidupan yang saya jalani sekarang memang tidak jauh berbeda dengan yang biasa saya jalani, mungkin yang berbeda hanya dari cara saya menjalaninya, dulu mungkin seperti ada penghalang, sekarang jauh lebih lega , bebas tanpa penghalang.

Setelah beberapa minggu menjalani kehidupan yang baru, akhir-akhir ini saya mulai terusik lagi. Hal yang seharusnya sudah saya tinggalkan di belakang, datang mengusik mimpi saya lagi. Setelah sekian lama tidak bermimpi tentang nya, saya diusik dengan memimpikannya hamper setiap hari. Feeling like a déjà vu like years ago. 

Dulu semua dimulai memang berawal dari mimpi yang sering hadir, dan mengakibatkan hidup saya jalan di tempat selama beberapa tahun. Sekarang kejadian yang sama terulang lagi, jujur saya takut. Saya takut circle yang sama akan terulang lagi. Saya takut karena saya masih gamang, masih rapuh, belum punya dinding yang kokoh menghadapinya. 

Saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk menghindari hal yang membuat dinding yang saya bangun agar tidak runtuh lagi, saya sudah berusaha menghindari semua hal yang mungkin akan mengakibatkan hal yang tidak saya inginkan terjadi. Jujur, saya memang rindu, memang sekedar ingin tahu bagaimana nya sekarang. Saya sebenarnya bisa dengan mudah memulainya, tapi saya hanya berusaha menjaga apa yang sudah susah payah saya bangun.

Saya tidak tahu bagaimana rasa saya sekarang, saya tidak tahu bagaimana apa yang akan saya lakukan kalau seandainya hal yang saya takutkan terjadi, tapi satu hal yang saya tahu, kalau nya yang selama ini saya fikirkan, yang saya anggap he is the rite one, bukan lah seperti yang saya anggap beberapa tahun ini. Saya sadar kalau memang sudah seharusnya kita seperti sekarang, bukan seperti yang pernah saya fikirkan. Karena diantara saya dan nya ada tembok perbedaan yang tidak bisa diruntuhkan, hanya untuk sekedar bersama.

Saya Cuma berharap kalau mimpi-mimpi saya tentang nya, hanya lah bunga tidur biasa yang hadir setiap saya tidur. Saya tidak mau mendefinisikan apapun dari mimpi itu. Karena saya yakin, hidup yang saya jalani tanpa nya sekarang adalah kehidupan yang paling sempurna bagi saya dan saya yakin ada atau tidaknya saya dalam hidup nya tidak akan berarti apapun baginya.
Unknown

Finally gue sampai di titik ini. Setelah bergelut dengan waktu, fikiran dan hati, gue sampai pada satu kepastian. Gue menyerah, gue menyerah untuk jalani hal ini, gue menyerah untuk bertahan dengan hal ini. Apa gue menyesal setelah dua tahun bertahan? Gue sedikitpun tidak menyesal. Malah gue sangat berterima kasih, karenna dia gue bisa sampai di titik ini. Gue jadi orang yang lebih baik dan lebih bijak memandang hidup. Gue akhirnya sadar, yang tersisa hanya sebuah bentuk penasaran dari pertanyaan yang tidak terjawab selama dua tahun ini. Akhirnya gue lebih memilih menyerah, lebih memilih untuk berhenti di titik ini dan memulai sebuah paragraf baru dalam hidup gue.

Gue sadar, sudah berapa hati yang gue acuhkan hanya karena memilih bertahan dengan rasa penasaran gue. Gue tau kita punya rasa yang sama, tapi gue juga tau dengan sangat kalau kita tidak akan pernah bisa sama - sama. Gue terlalu memaksakan sebuah hal yang harusnya tidak di paksakan.

Mungkin ini memang sudah sampai pada ujung dari rasa penasaran gue, gue rasa waktu dua tahun sudah cukup untuk bertahan, gue harap kedepannya jadi lebih baik bagi gue dan dia. Gue minta maaf karena sudah bisa lagi bertahan dengan keadaan kita sekarang, maaf kalau gue memilih untuk melangkah maju sendirian, karena kita tidak akan bisa melangkah bersama pada akhirnya.

Maaf untuk keegoisan selama dua tahun ini.

Unknown

I never know, why we must come to this point again. I already leave you behind, leave my heart to you. I already make my new life without u on it. I already prepared my heart to lost you.

I never know how can i fall to deep to you. It was always you who make me laugh, you always have way to make me miss you again and again.

Gue kembali lagi ke titik yang sudah berhasil gue lewati. Kembali ke titik yang membuat gue mau tidak mau harus berfikir kembali tentang hal yang tidak ingin gue fikirkan. Gue capek harus kembali ke titik ini lagi. Tapi gue pun masih belum bisa membuka hati, masih belum siap dan belum mau untuk membuka hati.

Gue memilih bertahan seperti ini, karena gue sudah cukup bahagia dengan keadaan sekarang, gue udah terlalu nyaman dengan keadaan ini dan gue pun tidak mau keluar dari zona nyaman ini.

But once again,  orang - orang tersayang gue yang prihatin ngeliat gue, gue di bilang berhak bahagia lebih dari sekarang. Tapi apa mereka tau, gue bahagia dengan keadaan sekarang.

Apa salahnya menikmati sebuah hubungan yang tidak tau mau dilabeli apa. Apa salahnya menikmati hubungan yang tidak tau bakalan berakhir seperti apa. Apa gue salah memutuskan menutup hati untuk orang lain?

Gue bertahan seperti ini bukan tanpa sebab, gue bertahan karena sampai saat ini baru dia yang bisa membuat gue sampai di titik hidup gue sekarang, baru dia yang tanpa dia sadari bisa membuat gue jadi pribadi yang lebih baik.

Gue sadar hubungan gue dengannya bakalan jalan di tempat, tapi gue bahagia. Bagi gue dengan adanya dia disamping gue sekarang, udah lebih dari cukup. Terserah ke depannya dia bakalan punya seseorang yang bakalan dampingi dia seumur hidup, gue ga peduli. Terserah ke depannya dia bakalan pergi dari hidup gue, selama dia bahagia gue ga masalah.

Dari awal, gue hanya ingin dia disamping gue, kenapa? Karena hanya dia yang bisa bikin gue bahagia hanya karena hal - hal kecil. Hanya dia yang bikin gue waktu liat apapun jadi langsung keinget dia. Kita memang sangat berbeda tapi itu yang bikin gue betah. Gue pun ga nuntut punya status apapun itu. Dengan keadaan sekarang gue sudah bahagia, gue ga mau status yang jelas merusak hubungan yang sudah terlalu nyaman untuk gue jalani sekarang.

Unknown
Dear kamu,,
aku memang pernah berniat untuk mengikhlaskan semua pada tuhan, memasrahkan semua tentang kita pada tuhan. To be honest, sejak aku mulai memasrahkan kita pada tuhan, hatiku mulai tenang, kamu yang biasanya berlarian difikiranku perlahan mulai melambat cenderung menghilang. Aku sudah mulai menjalani hidupku seperti biasa, seperti saat kamu belum datang kembali ke kehidupanku. Berada di titik ini sudah sangat membuatku tenang sekarang. Tapi kamu tau satu hal yang aneh? Rasaku padamu tidak berkurang sedikitpun cenderung bertambah setiap hari. U can call me pathetic, cause how come I still loving u, we never meet again, but itu yang aku rasakan sekarang.

Tanpa aku sadari, aku sudah jatuh berkali – kali padamu. Orang – orang tersayangku mungkin sudah muak mendengar cerita tentangmu, mereka pun sudah capek menyuruhku berhenti mempertahankan rasaku padamu, karena itulah aku Cuma bisa bercerita tentangmu pada tuhan, menyebutmu disetiap doaku, itu hal yang sampai sekarang masih terus berlangsung. Sebenarnya aku pun heran dengan diriku sendiri, kenapa mesti begini, kenapa mesti bertahan dengan rasaku, tapi satu hal yang pasti aku tidak menyesal dengan pilihanku ini. Kenapa aku tidak menyesal? Karena hal yang aku inginkan dari imamku kelak, ada di kamu, walaupun sampai sekarang aku belum tau apakah kamu memang jawaban dari doaku pada tuhan.

Aku mungkin sedikit aneh, nerd kalau orang biasa bilang, kalau biasanya orang suka stalking tentang apapun dari orang yang mereka suka, tapi aku lebih memilih diam saja dan tidak stalk apapun tentangmu, kenapa? Karena bagiku lebih berharga kalau kamu langsung yang cerita tentang hidupku padamu, seperti yang biasa kamu lakukan setiap kita bertemu. Kalau biasanya orang lebih perhatian kepada orang yang mereka suka, aku malah lebih cenderung cuek dan dingin, walaupun semua orang terdekatku bilang kalau aku itu orangnya care too much, tapi memang begitu caraku padamu, bukannya tidak perhatian, tapi aku lebih suka kalau kamu menceritakan keadaanmu padaku, membagi sakitmu denganku, seperti yang kamu lalukan setiap aku Tanya apa masalah mu. Bahkan kalau boleh jujur, disaat biasanya orang lebih suka dekat dengan orang yang mereka suka, aku lebih memilih seperti ini denganmu, dipisahkan jarak, karena bagiku kalau kita dekat maka rasaku padamu mungkin tidak akan sebesar sekarang, tapi dengan jarak yang memisahkan kita, rasaku bisa tetap tumbuh besar, mungkin karena aku orang yang cenderung menikmati setiap momen kita bersama, tapi kalau momen itu ada setiap saat, malah tidak akan berarti, cenderung menjadi kebiasaan kan?

Aku sebenarnya rindu akan keadaan kita dulu, dimana kita bisa tertawa lepas bersama hanya karena sebuah hal kecil, bisa telponan sampai tidak tau waktu, mendengar pemikiranmu tentang suatu hal yang cenderung bertolak belakang denganku, aku rindu waktu kita menonton bola tanpa harus diselingi pembicaraan diantara kita hanya focus pada pertandingan di depan kita. Aku pun rindu membunuh waktu dalam diam denganmu, rindu melihat tersenyum dan tertawa lepas, melihatmu sinis dengan hal yang ada. Tapi aku tau hal itu tidak seharusnya aku rindukan, lebih baik hal itu disimpan menjadi sebuah kenangan indah antara kita berdua, karena kalau kita memang dijodohkan tuhan, kita akan bisa membuat kenangan yang lebih berarti dari itu semua.

Jadi, kepada kamu orang yang aku inginkan menjadi imam dan pemimpin keluarga ku kelak, terlepas kita berjodoh atau tidak, semoga ini bisa menjawab pertanyaanmu tentang sikap anehku, bisa membuatmu mengerti tentang pola fikirku yang aneh cenderung complicated. semoga kamu juga tau kalau hatiku masih untuk kamu saat ini, dan tidak tau sampai kapan aku mempertahankannya untuk mu. Tetap jadi yang seperti sekarang, semoga pertemuan kita berikutnya semua jadi jauh lebih baik dari sekarang untuk mu, aku dan kita pada akhirnya.

ps. denger lagu coldplay yang shiver ya..( u know what i means ) ;p
Unknown
i'm still being addictive with this Coldplay's latest album. mulai dari Magic sampai O, bahkan INK sama Another's Arm udah jadi semacam playlist yang gue dengerin buat membunuh segala fikiran yang tidak menentu dan bikin otak gue mumet. gue adalah tipikal orang yang kalau udah suka sama sesuatu, biasanya gue akan suka sampe bertahun- tahun bahkan mungkin sepanjang hidup gue. contohnya aja Coldplay ini, pertama kali tau Coldplay itu waktu jaman - jaman nya Shiver trus In my place, then " the legend " Fix You and now A sky full of stars. gue nggak pernah sedikitpun ngerasa bosan atau nggak suka sama Coldplay, bahkan bucketlist mimpi gue dari smp udah terisi dengan keinginan suatu saat bakalan nonton Live konsernya Coldplay. 

gue selalu takjub setiap nonton dvd live concertnya Coldplay, tata panggung, pengaturan cahaya, bahkan sounds nya bikin gue merinding, bahkan itu cuma nonton di layar kaca doang, gimana ntar gue kalau udah bisa nonton langsung, mungkin gue bakalan pingsan. salah satu bucketlist yang memang belum tergantikan sampai sekarang, semoga saja segera terwujud. walau kemungkinan Coldplay ke Indonesia sangat tipis. kalau ditanya hal yang bikin gue suka Coldplay itu apa? gue nggak akan bisa jawab, karena gue memang sudah suka sejak pandangan pertama.

gue bukanlah tipe hardcore fan yang mesti tau semua kegiatan atau kehidupan artis yang mereka suka. gue cuma tipe fan yang sangat pasif mungkin, i'm just in love with they song. as simple as that. kalau ditanya kapan ultah, siapa nama anak atau istrinya, saudaranya berapa, gue nggak tau dan sebenarnya cenderung nggak mau tau. seperti yang gue bilang sebelumnya, gue hanya jatuh cinta dengan karya mereka. kalaupun ngikutin kabar terbaru dari mereka, gue cuma pengen tau mereka bakal rilis album baru kapan, lirik lagunya gimana, atau mereka bakalan konser dimana aja. sounds like i am not a true and royal fan, rite? tapi setidaknya gue support Coldplay dengan cara beli album mereka yang asli baik itu yang fisik maupun yang digital. well, kalau untuk yang bentuk digital gue cuma punya yang " Ghost Stories " tapi setidaknya begitulah cara gue berterima kasih kepada mereka. gue berterima kasih karena mereka sudah membuat lagu yang begitu luar biasa dan masih membuat gue menyukai mereka selama 14 tahun  ini.