Unknown
Dear kamu,,
aku memang pernah berniat untuk mengikhlaskan semua pada tuhan, memasrahkan semua tentang kita pada tuhan. To be honest, sejak aku mulai memasrahkan kita pada tuhan, hatiku mulai tenang, kamu yang biasanya berlarian difikiranku perlahan mulai melambat cenderung menghilang. Aku sudah mulai menjalani hidupku seperti biasa, seperti saat kamu belum datang kembali ke kehidupanku. Berada di titik ini sudah sangat membuatku tenang sekarang. Tapi kamu tau satu hal yang aneh? Rasaku padamu tidak berkurang sedikitpun cenderung bertambah setiap hari. U can call me pathetic, cause how come I still loving u, we never meet again, but itu yang aku rasakan sekarang.

Tanpa aku sadari, aku sudah jatuh berkali – kali padamu. Orang – orang tersayangku mungkin sudah muak mendengar cerita tentangmu, mereka pun sudah capek menyuruhku berhenti mempertahankan rasaku padamu, karena itulah aku Cuma bisa bercerita tentangmu pada tuhan, menyebutmu disetiap doaku, itu hal yang sampai sekarang masih terus berlangsung. Sebenarnya aku pun heran dengan diriku sendiri, kenapa mesti begini, kenapa mesti bertahan dengan rasaku, tapi satu hal yang pasti aku tidak menyesal dengan pilihanku ini. Kenapa aku tidak menyesal? Karena hal yang aku inginkan dari imamku kelak, ada di kamu, walaupun sampai sekarang aku belum tau apakah kamu memang jawaban dari doaku pada tuhan.

Aku mungkin sedikit aneh, nerd kalau orang biasa bilang, kalau biasanya orang suka stalking tentang apapun dari orang yang mereka suka, tapi aku lebih memilih diam saja dan tidak stalk apapun tentangmu, kenapa? Karena bagiku lebih berharga kalau kamu langsung yang cerita tentang hidupku padamu, seperti yang biasa kamu lakukan setiap kita bertemu. Kalau biasanya orang lebih perhatian kepada orang yang mereka suka, aku malah lebih cenderung cuek dan dingin, walaupun semua orang terdekatku bilang kalau aku itu orangnya care too much, tapi memang begitu caraku padamu, bukannya tidak perhatian, tapi aku lebih suka kalau kamu menceritakan keadaanmu padaku, membagi sakitmu denganku, seperti yang kamu lalukan setiap aku Tanya apa masalah mu. Bahkan kalau boleh jujur, disaat biasanya orang lebih suka dekat dengan orang yang mereka suka, aku lebih memilih seperti ini denganmu, dipisahkan jarak, karena bagiku kalau kita dekat maka rasaku padamu mungkin tidak akan sebesar sekarang, tapi dengan jarak yang memisahkan kita, rasaku bisa tetap tumbuh besar, mungkin karena aku orang yang cenderung menikmati setiap momen kita bersama, tapi kalau momen itu ada setiap saat, malah tidak akan berarti, cenderung menjadi kebiasaan kan?

Aku sebenarnya rindu akan keadaan kita dulu, dimana kita bisa tertawa lepas bersama hanya karena sebuah hal kecil, bisa telponan sampai tidak tau waktu, mendengar pemikiranmu tentang suatu hal yang cenderung bertolak belakang denganku, aku rindu waktu kita menonton bola tanpa harus diselingi pembicaraan diantara kita hanya focus pada pertandingan di depan kita. Aku pun rindu membunuh waktu dalam diam denganmu, rindu melihat tersenyum dan tertawa lepas, melihatmu sinis dengan hal yang ada. Tapi aku tau hal itu tidak seharusnya aku rindukan, lebih baik hal itu disimpan menjadi sebuah kenangan indah antara kita berdua, karena kalau kita memang dijodohkan tuhan, kita akan bisa membuat kenangan yang lebih berarti dari itu semua.

Jadi, kepada kamu orang yang aku inginkan menjadi imam dan pemimpin keluarga ku kelak, terlepas kita berjodoh atau tidak, semoga ini bisa menjawab pertanyaanmu tentang sikap anehku, bisa membuatmu mengerti tentang pola fikirku yang aneh cenderung complicated. semoga kamu juga tau kalau hatiku masih untuk kamu saat ini, dan tidak tau sampai kapan aku mempertahankannya untuk mu. Tetap jadi yang seperti sekarang, semoga pertemuan kita berikutnya semua jadi jauh lebih baik dari sekarang untuk mu, aku dan kita pada akhirnya.

ps. denger lagu coldplay yang shiver ya..( u know what i means ) ;p
0 Responses

Posting Komentar