Unknown
I’m fine..

Sebuah jawaban yang selalu saya berikan setiap sahabat saya bertanya bagaimana keadaan saya. Bukan hanya sekedar jawaban basa basi, ataupun sekedarnya. Tetapi memang begitulah yang saya rasakan. Setelah bertahun – tahun berada didalam zona nyaman dan tidak pernah mencoba sedikitpun untuk keluar, akhirnya tiba waktunya saya keluar dari zona itu. Saya sadar, hidup saya tidak akan berjalan maju apabila bertahan dengan keadaan yang sudah membuat saya nyaman beberapa tahun terakhir.

Saya benar- benar sudah merasa tenang sekarang, semua rasa penasaran yang membutuhkan jawaban pun sudah tidak tersisa. Saya mulai introspeksi lagi, jadi selama bertahun-tahun memutuskan bertahan hanya karena rasa penasaran? Saya hanya bisa menertawakan diri sendiri. Kehidupan yang saya jalani sekarang memang tidak jauh berbeda dengan yang biasa saya jalani, mungkin yang berbeda hanya dari cara saya menjalaninya, dulu mungkin seperti ada penghalang, sekarang jauh lebih lega , bebas tanpa penghalang.

Setelah beberapa minggu menjalani kehidupan yang baru, akhir-akhir ini saya mulai terusik lagi. Hal yang seharusnya sudah saya tinggalkan di belakang, datang mengusik mimpi saya lagi. Setelah sekian lama tidak bermimpi tentang nya, saya diusik dengan memimpikannya hamper setiap hari. Feeling like a déjà vu like years ago. 

Dulu semua dimulai memang berawal dari mimpi yang sering hadir, dan mengakibatkan hidup saya jalan di tempat selama beberapa tahun. Sekarang kejadian yang sama terulang lagi, jujur saya takut. Saya takut circle yang sama akan terulang lagi. Saya takut karena saya masih gamang, masih rapuh, belum punya dinding yang kokoh menghadapinya. 

Saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk menghindari hal yang membuat dinding yang saya bangun agar tidak runtuh lagi, saya sudah berusaha menghindari semua hal yang mungkin akan mengakibatkan hal yang tidak saya inginkan terjadi. Jujur, saya memang rindu, memang sekedar ingin tahu bagaimana nya sekarang. Saya sebenarnya bisa dengan mudah memulainya, tapi saya hanya berusaha menjaga apa yang sudah susah payah saya bangun.

Saya tidak tahu bagaimana rasa saya sekarang, saya tidak tahu bagaimana apa yang akan saya lakukan kalau seandainya hal yang saya takutkan terjadi, tapi satu hal yang saya tahu, kalau nya yang selama ini saya fikirkan, yang saya anggap he is the rite one, bukan lah seperti yang saya anggap beberapa tahun ini. Saya sadar kalau memang sudah seharusnya kita seperti sekarang, bukan seperti yang pernah saya fikirkan. Karena diantara saya dan nya ada tembok perbedaan yang tidak bisa diruntuhkan, hanya untuk sekedar bersama.

Saya Cuma berharap kalau mimpi-mimpi saya tentang nya, hanya lah bunga tidur biasa yang hadir setiap saya tidur. Saya tidak mau mendefinisikan apapun dari mimpi itu. Karena saya yakin, hidup yang saya jalani tanpa nya sekarang adalah kehidupan yang paling sempurna bagi saya dan saya yakin ada atau tidaknya saya dalam hidup nya tidak akan berarti apapun baginya.
0 Responses

Posting Komentar