Pernah jatuh cinta sama seseorang yang hanya bisa diliat lewat Skype doang, yang cuma ngomong lewat viber, dan chatting via whatsapp? Well, saya baru merasakannya sekarang. Klise memang, bahkan saya sendiri pun tidak percaya bisa jatuh cinta lagi. Setelah bertahan dengan rasa penasaran saya terhadap seseorang selama bertahun - tahun, bahkan pernah tidak mau membuka hati untuk siapapun, akhirnya saya malah kemakan omongan sendiri.
Berawal dari sebuah email di tengah malam, akhirnya berlanjut di percakapan via whatsapp, saya sudah seperti remaja yang jatuh cinta untuk pertama kalinya. Perbedaan waktu yang sampai 6 jam tidak membuat saya dan dia menjadi susah untuk komunikasi, kita sudah sama - sama mengerti bagaimana mensiasatinya. Sayangnya, waktu saya baru bangun tidur, dia baru mau akan tidur.
Jatuh cinta sepertinya memang tidak mengenal tempat dan waktu, saya yang biasanya hidup teratur dengan selalu tidur jam 9 malam, sekarang baru tidur jam 12 atau 1 pagi, bahkan kadang bangun lagi jam 4 pagi hanya karena dia sudah akan tidur disana. Walau mostly we speak in English, but when he said " je t'aimee ma chèrie ", entah kenapa saya langsung tau artinya tanpa harus membuka kamus bahasa perancis terlebih dahulu.
And i think my spring already come ~

Posting Komentar