Unknown
dear kamu..

sedang apa kamu disana? sudah mulai betah ditempatmu itu? sudah mulai menikmati hidupmu lagi?

aku disini baru saja melalui salah satu hari terberat dalam hidupku. pamanku meninggal kemaren, setelah lebih dari satu bulan ini berjuang menghadapi penyakitnya. hatiku hancur. aku berusaha ikhlas untuk melepas kepergian beliau, tapi hatiku masih belum bisa ikhlas. walaupun hanya seorang paman, tapi beliau sudah seperti ayah bagiku, sesosok ayah yang selalu jadi tempat curhatku mengenai masalah hati. walaupun sebenarnya aku biasa curhat dengan ayah dan ibuku, tapi untuk masalah yang satu itu, aku biasa curhat pada pamanku ini. karena ayahku sangat overprotective kalau sudah menyangkut masalah hati.

aku belum siap kehilangan beliau, belum sanggup ditinggalkan beliau, walau aku yakin beliau sudah tenang disana. kemarin aku sangat ingin menceritakan ini padamu, tapi entah kenapa aku memilih merasakan sakit ini sendiri. kamu tau, kamu dengan pamanku ini memiliki kesamaan, sama- sama jadi orang yang bisa membuatku nyaman walau dalam diam. bersama pamanku atau denganmu lah aku tidak pernah merasakan kecanggungan dalam diam.

hatiku masih sangat hancur sekarang, rasa sakit yang kurasakan sekarang sama sakitnya dengan rasa sakit sepuluh tahun lalu. aku merasa de javu sekarang tapi de javu yang sedikit berbeda, kalau sepuluh tahun yang lalu aku ditinggalkan oleh dua orang yang kusayang sekaligus , sekarang aku hanya ditinggalkan oleh seorang saja. akan tetapi kalau kamu ikut meninggalkanku sekarang, rasa sakit dan de javunya akan sama persis.

aku sudah tidak begitu merindukanmu hari ini...
0 Responses

Posting Komentar