dear kamu,,
apa kabar hatimu yang sedingin es itu? apakah sudah mulai agak mencair atau masih membatu? masih keras kepala mempertahankan gengsimu?
entah mengapa aku mulai ketagihan menulis surat padamu, walau kamu tidak akan pernah bisa membacanya. menulis surat padamu seperti ini seperti band-aid bagiku, hanya bisa menutupi luka tanpa pernah bisa menyembuhkannya.
hari ini aku berhalusinasi, aku seperti melihatmu hari ini. sesosok pria dengan senyum yang tidak akan bisa kulupakan. jantung berdetak sangat cepat waktu melihat sesosok pria yang seperti kamu itu. walau aku tahu pasti kalau itu tidak mungkin kamu, tapi entah mengapa aku masih sedikit berharap kalau itu kamu, masih berharap kamu akan datang melihatku walau hanya dari kejauhan.
beberapa hari ini rindu padamu memang sudah sangat besar dan menyiksaku, walau aku tahu kita tidak akan bisa bertemu lagi, aku masih tetap tidak bisa menekan rinduku agar tidak terus membesar. aku tidak mengerti mengapa semuanya berhenti di kamu. perasaanku, rasa kagumku, rasa penasaranku, rasa tertarikku bahkan hatiku sudah berhenti di kamu.
kamu, dengan semua kesempurnaan yang tampak oleh orang kebanyakan. kamu, dengan kekurangan yang hanya kamu perlihatkan padaku saja. kamu, dengan semua pemikiran yang berbeda dengan pemikiran orang secara umum,. kamu, dengan kesukarelaan untuk memahami pemikiranku yang berubah - ubah.
aku tidak tau kapan akan berhenti menulis untukmu, berhenti untuk menulis tentangmu. karena dengan ini lah aku merasa kamu masih ada untukku. aku minta maaf karena terlambat menyadari semuanya, terlambat untuk mempertahankan dan membuatnya jadi lebih baik.
aku rindu berada dalam diam denganmu...

Posting Komentar