Unknown
dear pria yang selalu merasa ganteng,,,

kamu mungkin tidak tau betapa bahagianya aku waktu kita akhirnya bertemu lagi, sudah berapa tahun kita lewati tanpa pernah bertemu bahkan tanpa komunikasi sedikitpun? aku sangat bahagia hari itu, karena akhirnya kita bisa bertemu lagi, walau diawali dengan kecanggungan antara kita. tapi aku mengerti, waktu bertahun - tahun mungkin sudah menciptakan jarak yang sangat besar diantara kita. hari itu sebenarnya aku sangat tidak bisa menahan mataku untuk tidak menatapmu, walau engkau masih seperti dulu, tapi garis - garis halus kedewasaan yang tergurat diwajahmu sungguh mempesonaku. 

kamu, pria yang sudah kukenal sejak kita masih sama - sama berseragam putih merah, satu - satunya pria yang membuatku nyaman untuk jadi diri sendiri, pria yang tetap tersenyum menerima semua tingkahku, pria yang bisa mengimbangiku dalam pembicaraan apapun, kita tidak pernah kehilangan topik waktu berbicara berdua. pria yang bisa langsung mengerti hanya dengan melihat wajahku, pria yang tidak pernah bisa berkata tidak padaku, pria yang punya banyak kesamaan denganku dalam segala hal. pria yang mau membunh waktu bersamaku dalam diam.

kamu, pria jangkung berambut lurus dengan senyum menawanmu, aku sangat menyesal dengan kejadian waktu itu, kejadian yang membuatmu memutuskan menjauh dariku hanya karena kamu mau melihatku bahagia. aku memang sangat bodoh waktu itu, kenapa aku lebih memilih dai yang waktu itu berstatus sebagai pacarku dibandingkan kamu sahabat yang sudah disisiku selama belasan tahun. kalau seandainya waktu bisa diulang kembali aku akan memperbaiki semua, karena nasehat kamu pada waktu itu benar adanya, kalau dia yang waktu itu berstatus sebagai pacarku bukanlah orang yang bisa membahagiakanku.

aku kangen kamu, kangen berjalan berdua di tepi pantai sambil menceritakan film kesukaan kita, aku kangen tepukan pelan di kepalaku saat kamu geregetan melihat tingkah ku. aku kangen ketika menyeberang jalan kamu selalu memegang tanganku karena kamu tau aku paling takut menyeberang jalan sendiri. aku kangen waktu kamu menarik ikat rambutku karena kamu lebih suka melihat rambutku tergerai bebas daripada terikat, aku kangen waktu kita makan berdua kamu selalu mengambil sayuran di piringku karena kamu tau aku tidak suka sayur. aku kangen ketika kamu tiba - tiba sudah berada didepan rumahku, waktu aku tanya ada apa? kamu cuma tersenyum dan langsung masuk kerumah tanpa perlu menunggu aku menyuruhmu masuk. aku kangen melihatmu menampilkan wajah sok coolmu ketika aku berkata kalau ada wanita yang sedang melihatmu. aku kangen saat kamu langsung menghampiriku saat aku hanya mengirim sebuah sms kosong padamu. aku kangen becandaanmu yang kadang garing tapi tetap saja membuatku tertawa. aku kangen kita menghabiskan waktu melihat bintang atau menatap hujan yang turun dalam diam. aku kangen mendengarmu bernyanyi sambil bermain gitar, aku kangen waktu kita sama - sama menertawakan sesuatu hanya dengan saling pandang, aku kangen waktu kamu mengelus kepalaku saat aku sedang pusing dengan tugas - tugas kuliahku.aku kangen waktu kamu memintaku memasak sesuatu buatmu, aku kangen kita pergi tracking lagi, kangen waktu kita pergi jogging berdua, kamu yang biasany suka bangun siang, rela bangun pagi hanya untuk menemaniku jogging untuk menghilankan beban fikiranku, aku kangen saat aku menangis dihadapanmu, kamu hanya diam sambil mengelus kepalaku, aku kangen saat kita berdua kehujanan, kamu malah memakaikan jaketmu padaku, padahal waktu itu kamu sedang flu. aku kangen melihat wajah kaku dan ogah - ogahanmu saat aku bercerita tentang pria yang dekat denganku.

aku masih mengingat dengan jelas semua hal yang sudah kita lalui, persahabatan kita mungkin memang bukan murni rasa sayang antar sahabat, karena kamu adalah pria pertama yang menyatakan perasaan padaku, tapi aku tidak bisa menjawabnya karena takut kehilangan seseorang sepertimu, setelah bertahun - tahun bersahabatpun aku tau rasamu padaku masih sama seperti dulu saat kamu menyatakannya padaku, satu hal yang mungkin kamu tidak akan pernah tau, kalau aku sebenarnya punya perasaan yang sama terhadapmu, tapi ketakutan akan kehilangmu, membuatku memilih tidak mengatakannya padamu. aku tau kamu sakit waktu kamu tau sahabatmu menyukaiku, bahkan kamu lah yang berperan jadi mak comblang antara aku dan sahabatmu.aku pun tau kamu kesal waktu aku memaksamu jadian dengan sahabatku, walau terpaksa tapi akhirnya kamu mau juga. aku tau bagaimana perasaanmu saat aku memutuskan untuk lagi - lagi tidak memilihmu sebagai pendampingku, bahkan memilih untuk menjauhimu waktu dia yang berstatus sebagai pacarku waktu itu memintaku memilih antara dia atau kamu. aku masih mengingat dengan jelas bagaimana punggung tegapmu akhirnya membelakangiku dan perlahan menghilang dari pandanganku.hatiku hancur waktu itu, bahkan sampai sekarang aku masih menyalahkan diriku karena kejadian itu.

kepada kamu, pria yang istimewa setelah ayahku, mungkin kita berdua tidak akan bisa seperti dulu lagi, mungkin kita juga akan selalu canggung setiap bertemu, mungkin pula tidak akan ada pertemuan lagi untuk kita, tapi aku lega sudah meminta maaf langsung padamu untuk semua tingkah bodohku dimasa lalu,aku benar - benar menyesal telah memperlakukanmu begitu buruk. keadaanku sekarang mungkin karma karena telah menyia - nyiakan pria hebat dan sebaik dirimu, akhirnya aku merasakan bagaimana rasanya saat rasa kita sudah berhenti dan tidak bisa kemana lagi.dulu kamu selalu bilang rasamu sudah berhenti di aku dan tidak bisa kemana lagi, walaupun kamu mempunyai hubungan dengan yang lain tapi aku akan selalu di prioritas hati kamu. akhirnya aku tau seberapa dalam kamu menyimpan lukamu dulu, karena sekarang aku juga berada diposisimu, tapi tuhan sepertinya hanya mengirim kamu menjadi sahabat bagiku, karena dari sekian banyak waktu kita bersama, rasaku malah berhenti di orang yang tidak punya perasaan apa - apa  padaku. tragis memang tapi begitulah jalan hidup yang sudah digariskan tuhan untuk kita
0 Responses

Posting Komentar