Unknown
dear the best man in my life,,,

aku begitu terkejut dengan pertanyaanmu waktu itu, pertanyaan yang aku fikir tidak akan pernah engkau tanyakan. pertanyaan yang berhasil membuat aku hanya terdiam dan tidak mampu menjawabnya. jujur, waktu engkau melontarkan pertanyaan itu, aku sangat terkejut dan tidak sanggup menatap matamu. sebuah pertanyaan yang tiba - tiba terlontar hanya karena engkau melihatku menatap pasangan kekasih yang berada di depan kita. mungkin waktu itu engkau berfikir kalau aku iri melihat mereka, makanya engkau melontarkan pertanyaan itu padaku.

pertanyaan yang sebenarnya sangat simple, tapi entah kenapa sangat bermakna bagiku. Karena untuk pertama kalinya engkau bertanya apakah aku sudah punya pacar atau belum?. Sebuah pertanyaan sederhana dan pastinya mempunyai jawaban yang sederhana, yaitu punya atau tidak. seandainya orang lain yang bertanya seperti itu padaku, mungkin dalam hitungan detik aku akan langsung menjawabnya. Tetapi pertanyaan ini berasal dari engkau, seorang pria tersayang dan terbaik dalam hidupku. seorang pria yang cuek tapi diam - diam perhatian, pria yang mengajariku tentang hidup, pria yang mau tidak mau ikut membentuk watakku menjadi seperti saat sekarang. 

Engkau, pria yang mengajariku Bahasa Inggris, pria yang membuatku menyukai AC Milan, klub sepak bola asal Italia kesukaanmu, pria yang selalu berhasil membuatku tertawa, walau kadang bercandamu garing, pria yang selalu menemaniku dalam diam dan membiarkanku bersandar dipundakmu, pria yang selalu bersikap cool kalau aku ajak berfoto bersama. Pertanyaan engkau hari itu akhirnya aku jawab dengan gelengan kepala, entah kenapa aku melihat guratan antara lega dan sedih di mata dan wajahmu. Aku tau engkau mungkin lega karena tau aku tidak punya pacar, mungkin engkau juga sedih, karena diumurku yang sudah sepantasnya punya pendamping hidup, aku masih sendiri.

dear Ayah tersayang, " kencan " kita berdua sore itu memang sangat membekas bagiku. engkau yang selama ini selalu memperlihatkan wajah jutekmu setiap ada teman lelakiku yang datang kerumah, tiba - tiba bertanya aku sudah punya pacar belum. aku tidak menyangka engkau akan mempertanyakan hal itu. Sore itu pun engkau memintaku mencari pendamping hidup, bukan seorang pacar. 

Yah, seperti yang aku bilang sore itu, kalau suatu saat ada pria yang datang melamarku kepada engkau, itulah pria yang aku pilih untuk menjadi imamku, tenang saja yah, inshaa Allah aku tidak akan sembarangan dalam memilih. aku tau engkau khawatir kalau gadis kecilmu satu - satunya ini salah dalam memilih. engkau tau, dari dulu aku sangat mengagumimu, bahkan aku berharap punya pendampinng yang sepertimu. bukan soal fisik tapi soal caramu menyayangi keluarga.

Yah, aku masih ingat dulu waktu kecil engkau selalu menghadiahiku dengan hal apapun yang aku mau, tapi engkau juga tidak memanjakanku, bahkan disaat aku sudah mulai agak besar engkau menyuruhku belajar tae kwon do, engkau juga mengajariku bisa mnegendarai sepeda tanpa roda bantu, motor bahkan mobil disaat usiaku baru menginjak sebelas tahun. engkau juga mengajariku bagaimana mengganti ban yang bocor, mengajakku masuk ke kolong mobil untuk membantumu memperbaikinya, engkau juga mengajarkanku disiplin dengan caramu sendiri. aku masih ingat waktu aku merengek meminta dibuatkan SIM, engkau tidak mau karena saat itu aku belum tujuh belas tahun, yah walaupun akhirnya tepat diumur delapan belas tahun baru engkau tepati janjimu membuatkan aku sim. 

Yah, kita selalu disebut parnert in crime oleh ibu, bagaimana tidak, engkau selalu membelaku disaat ibu memarahiku, kita punya banyak kesamaan dalam hal apapun. walau terkesan memanjakan, tapi engkau tidak membuatku menjadi manja, aku masih ingat waktu aku meminta untuk mengganti warna cat kamarku, ibu langsung melarang tapi engkau langsung pergi dan kembali lagi dengan sekaleng cat, lalu menyuruhku mengecat kamarku sendiri, walau akhirnya engkaulah yang mengecatnya. engkau selalu mengajariku semua hal yang seharusnya cowok lakukan, dan selalu membuat ibu kesal karena anak perempuan satu - satunya tumbuh menjadi perempuan yang rada tomboy.

tahukah engkau ayah, aku bersyukur engkau dan ibu mengajariku semuanya, engkau mengajariku hal - hal yang seharusnya cowok biasa lakukan, seperti alasan yang engkau bilang pada ibu, kalau engkau mau aku mandiri, tidak tergantung pada orang lain. Ayah, aku tau engkau masih menganggap aku gadis kecilmu yang selalu engkau ajak " kencan " hanya untuk sekedar makan  makanan favorite kita berdua, gadis kecil yang selalu engkau ajak untuk bertukar pendapat bahkan berdebat soal politik, gadis kecil yang selalu engkau ajak begadang nonton bola bersama, gadis kecil yang engkau ajarkan bagaimana memelihara kucing, dan hal - hal yang seharusnya engkau ajarkan kalau seandainya engkau punya anak laki - laki. terlepas dari semua hal yang " seorang wanita harus bisa melakukannya " selalu ibu ajarkan padaku, aku sangat bersyukur mempunyai ayah seperti engkau. aku tau engkaupun ingin punya cucu, melihatmu dengan anak kecil, aku yakin suatu saat kalau aku punya anak, anakku akan mempunyai kakek terbaik yang ada didunia.

Yah, kalau suatu saat aku sudah bertemu dengan pendamping hidupku, engkau tenang saja, karena tidak ada seorang priapun yang mengganti posisimu dihatiku. sore itu, ketika engkau memintaku untuk memperkenalkan calon pendampingku padamu dulu,(sebelum kukenalkan pada ibu) karena engkau ingin mengenal dan membagi cerita tentangku padanya, aku sangat bahagia mendengarnya. aku tau mungkin sekarang engkau sudah mulai merelakan gadis kecilmu untuk menapaki hidup dewasanya. jadi yah, engkau tunggu saja, inshaa Allah suatu saat kalau ada pria yang melamarku padamu, itulah orang yang aku pilih. untuk sekarang, janganlah engkau risaukan aku, aku masih belum menemukannya, jadi aku masih gadis kecilmu yang selalu memintamu menyuapiku makan, kita masih akan selalu jogging pagi bersama, aku masih akan meminjam pundakmu untuk bersandar, aku masih akan menjadi lawan bicaramu soal bola dan politik, masih akan selalu memasakan masakan kesukaanmu, walau engkau selalu bilang masakanku tidak seenak masakan ibu. 

dear pria yang posisinya tak akan pernah terganti, aku akan selamanya menjadi gadis kecilmu yah, yang selalu kau ingatkan untuk segera tidur, yang selalu menikmati ucapan selamat tidurmu, yang selalu tertawa dengan lelucoanmu, yang selalu lupa minum obat tiap hari, sampai - sampai engkau selalu membawakannya padaku, yang selalu berebut remote tv denganmu, bahkan berebut toilet pagi, aku heran padahal di rumah kita punya 2 toilet, tapi entah mengapa setiap pagi kita selalu berebutan.

ayah, suatu saat waktu aku menemukan pendamping hidupku, engkau lah orang pertama yang akan tau dan mengenalnya, dan inshaa Allah dia bisa menjadi anak lelaki yang sayang padamu seperti aku menyayangimu,

i love you to the moon and never back dad,,
- gadis kecilmu selamanya -
0 Responses

Posting Komentar